Berhentilah Menjadi Gelas


Motivasi Gelas
Motivasi Diri | Cerita Motivasi. Lama juga rasanya saya tidak update blog ini. Rindu sekali ingin menulis. Beberapa waktu yang lalu saya membaca cerita yang cukup sejuk bagi diri saya. Cukup untuk bisa membuat dirikita lebih bijaksana dalam menghadapi masalah. Jadi begini ceritanya
Seorang guru Sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampakmurung. “Kenapa kau selalu murung nak? Bukankah banyak hal yang indah didunia ini?” sang guru bertanya. “Guru, belakanan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi sayau untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,” jawab sang murid muda.
Sang guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.” Si muridpun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.
“Coba ambil segenggam garam itu dan masukan ke dalam segelas air,”kata sang guru. “Setelah itu coba kamu minim airnya sedikit.” Si muridpun melakukanya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.”Bagaimana rasanya?’ Tanya sang guru. “Asin dan perutku jadi mual,”jawab si murid dengan wajah masih meringis. Sang Guru tersenyum melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.
“Sekarang kamu ikut aku.”Sang guru membawanya ke danau di dekat mereka.”Ambil garam yang tersisa dan tebarkanlah ke danau.”Si murid menebarkan segenggam garam sisa ke danau tanpa bicara apapun. Rasa asin dimulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dimulutnya, tapi tak dilakukanya. Tak sopan rasanya meludah di hadapan mursyid.
“Sekarang coba kamu minum air danau itu,”kata sang guru sambilmencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat dipinggir danau. Si murid menangkupkan kedau tanganya , mengambil air danau dan meminumnya. Ketika air dingin segar mengalir di tenggorokanya, sang Guru bertanya,”Bagimana rasanya?”
“Segar, segar sekali,”kata simurid sambil mengelap bibirnya. Tentu saja air danau ini berasal dari sumber mata air diatas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil dibawah. “Terasakah rasa garam yang kau taburkan?” tanya sang Guru. “Tidak sama sekali,”kata si murid sambil mengambil air minumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum dan membiarkan muridnya mengambil minum sampai puas.
“Nak,”kata sang Guru setelah muridnya selesai minum.”Segala masalah dalam hidup ini seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang kau hadapi dalam hidupmu itu sduah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetapi segitu-gitu aja tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia inipun demikian. Tidak ada satupun manusia,walau dia seorang nabi yang terbebas dari penderitaan dan masalah.”
Si murid terdiam mendengarkan.”Tapi Nak, Rasa ‘asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya ‘qalbu’(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, Berhentilah Menjadi Gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu sebesar danau.”
Hemm, sahabat terkadang masalah yang kecil menjadi besar tatkala hati kita sempit. Banyak sekali kita menyaksikan dalam perjalanan hidup kita ada orang saling bunuh hanya karena masalah yang kecil. Masalah yang kecil itu menjadi besar tatkala hatinya sempit.
Perbesarlah ruang hati kita dan jadilah lebih bijaksana dalam menghadapi masalah. Niscaya solusi akan terhampar seiiring dengan terhapar luarnya ruang hati kita. Bersemangatlah..

Incoming search terms for the article:
- kata-kata motivasi untuk berlapang dada
- apa motivasi hidup kita kalau mau jadi guru
- jangan seperti gelas kisah gelas
- JANGAN JADIKAN HATI HANYA KECIL SEPERTI GELAS TAPI JADILAH HATI SEPERTI DANAU YANG BEGITU LUAS
- jangan jadi gelas



18. Feb, 2010 


















Agus Supriatna


ehm, saya pernah neeh baca cerita ini. Memang masalah, besar kecilnya tergantung bagaimana kelapangan hati kita dalam menyikapinya
[Reply]
Idi suwardi Reply:
February 19th, 2010 at 9:54 am
Yups….benar banget tuh mas maulana semua tergantung bagaimana kelapangan hati kita.
[Reply]
Agus Reply:
February 19th, 2010 at 9:55 am
Iya ketika saya baca cerita ini juga langsung teringat blog saya..hehe
[Reply]
mh Reply:
February 20th, 2010 at 8:57 am
jangan menggarami lautan…. sudah dibahas di mashengky.com
[Reply]
Agus Reply:
February 20th, 2010 at 12:54 pm
ow sudah dibahas ya?? Lagian ngapain mas garemin lautan?? hehehe
[Reply]
saya blom pernsh baca nih mas. tapi sangat mendidik kok, Tks suadah berbagi
[Reply]
Agus Reply:
February 19th, 2010 at 4:02 pm
sama-sama mas dafi..
[Reply]
sebesar apapun masalah dalam hidup, pasti bisa kita selesaikan, karena semua sudah di ukur tidak akan melebihi batas kemampuan kita oleh Sang Pencipta.
[Reply]
Agus Reply:
February 20th, 2010 at 6:53 am
Betul itu.. Mangstab..
[Reply]
Suatu pelajaran yang sangat bagus.Seseorang yg sabar juga diibaratkan mempunyai hati seluas samudra. Lalu ada watak ” Samodra” yang bisa menelan apa saja.
Selamat pagi sahabatku
Saya datang lagi untuk mengokoh-kuatkan tali silaturahmi sambil menyerap ilmu yang bermanfaat. Teriring doa semoga kesehatan,kesejahteraan,kesuksesan dan kebahagiaan senantiasa tercurahkan kepada anda .
Semoga anda hari ini lebih baik dari kemarin.Amin
Saya juga mengundang sahabat untuk mengikuti acara TUMPENG MILAD di BlogCamp
Terima kasih.
Salam hangat dari Surabaya
[Reply]
Agus Reply:
February 19th, 2010 at 4:02 pm
oke deh.. Terima kasih sudah berkunjung Pak De..
[Reply]
artikel yang sangat bagus bisa dijadikan sebagai motivasi diri sendiri thanks
berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih
[Reply]
kaya pernah baca tapi dimana ya..
[Reply]
Agus Reply:
February 19th, 2010 at 4:01 pm
hemm,, dimana ya??
[Reply]
mantabs!, ditunggu crita lainnya …
[Reply]
Agus Reply:
February 19th, 2010 at 4:01 pm
oke…
[Reply]
tapi kadang susah mau punya hati seluas danau… ada saja halangannya
[Reply]
Agus Reply:
February 19th, 2010 at 10:08 pm
Tips mbak, kalo lagi dapet masalah, ingat artikel ini saja.. hehe
[Reply]
Alhamdulillah, mas Agus nongol lagi.
Kirain sudah lupa dengan blognya.
[Reply]
Agus Reply:
February 19th, 2010 at 10:07 pm
Hehehe,, iya mas, saya sedang menghabiskan waktu di dunia offline..
[Reply]
jadi sebesar apapun masaLah yg datang pada kita, jika disikapi dengan Lapang dada, masaLahnya akan terasa keciL dan ringan ya mas…
[Reply]
Agus Reply:
February 19th, 2010 at 10:09 pm
Yup betul sekali… Mangstab..
[Reply]
Keluasan hati itu tidak ajeg sifatnya. Sering kita rasakan ia kadang meluas, kadang menyempit. Cerita di atas ini akan sangat bermanfaat utk selalu diingat. khususnya manakala hati kita terasa menyempit.
[Reply]
Agus Reply:
February 19th, 2010 at 10:09 pm
Yap mas, kalo lagi sempit hatinya ingat artikel ini saja.. hehehe
[Reply]
Pagi saya saya mendapatkan pencerahan hati dari postingan ini.Terima kasih mas..postingannya saya suka
[Reply]
cerita yang bagus… mudah-mudahan hati saya selalu lapang dan luas seperti danau
[Reply]
Agus Reply:
February 20th, 2010 at 6:22 am
Amin…
[Reply]
Sebelum jadi danau, semestinya jadi kendi gentong, empang, dan sungai dulu. Artinya, perubahan itu dilakukan secara bertahap dan terukur.
[Reply]
Agus Reply:
February 20th, 2010 at 6:53 am
Kayaknya lagi latihan berenang ya mas?? Empang, sungai, danau hehehe
[Reply]
online-business-story.com Reply:
February 20th, 2010 at 8:34 am
emang bisa ya mas, latihan berenang di gentong… hehe
[Reply]
ceritanya dalem banget mas….
memang kalau hati bisa seluas samudera, permasalahan seakan-akan tidak tampak.
Yang tidak mudah adalah proses untuk melapangkan hati itu.
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
[Reply]
Agus Reply:
February 20th, 2010 at 12:55 pm
Ya kalo ga bisa seluas samudra seluas angkasa lah mas…
[Reply]
tetep smngat untuk bisa lebih baik dan berlapang dada
berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasihhh
[Reply]
Agus Reply:
February 20th, 2010 at 2:49 pm
OKe… terima kasih ya..
[Reply]
Cerita yang menggugah hati …
[Reply]
Agus Reply:
February 20th, 2010 at 2:48 pm
Terima kasih..
[Reply]
seperti halnya kesabaran yg tiada batasnya, punya hati mestinya juga luas tiada bertepi.
tp itu susahnya setengah mati
[Reply]
Agus Reply:
February 20th, 2010 at 2:49 pm
Kalo mau berusaha dan bisa mengendalikan diri pasti bisa mas..
[Reply]
pernah baca mas !!!! emang kalau habis baca ini. kita langsung jadi senyum, dan berkata :
” iya ya…. kitanya aja yang mandang susah..dan kitanya aja yang belum hebat dalam menghadapi masalah “
[Reply]
Agus Reply:
February 20th, 2010 at 2:48 pm
Yup,,mangstab..
[Reply]
mangastab… ^^d
harus tabah dan berlapang dada atas semua ujian yang Allah berikan..
“ehem..US$2000″

[Reply]
Agus Reply:
February 20th, 2010 at 2:47 pm
Iya yan harus berlapang dada ya… Jangan dipikirkan terus… Untuk 2000USD sttt,,, diam-diam saja dulu..
[Reply]
Sebuah cerita yang patut kita renungkan untuk kemudian kita praktekkan, kuncinya kelapangan hati… kesabaran, legowo, Qonaah sekaligus Istiqomah atas apa yg diberikan yg Maha Kuasa kepada kita …. baik itu berupa kesenangan (nikmat) atau cobaan dan ujian.
Thank ceritanya sangat menginspirasi … untuk terus memperbaiki diri
[Reply]
yup..ceritanya bagus..
sbgai manusia yg memiliki bnyak masalah sulit sekali membuat hati saya seluas samudera.
hanya kesabaran2 dan kesabaran saja yang sering saya panggil utk menemani kegalauan hati, disaat hati ini seperti gelas
salam
[Reply]
Eh Mas Alwi juga ada disini, jadi segan juga ama guru…. salam Mas…
dAN bUAT mR. Agus… welcome.. di blog kami kemarin http://apakabarsidimpuan.com,
Permasalahn memang menjadi kawan setia kehidupan dan selalu teriring bersama selama hidup kita tapi saya suka dengan kalimat terakhir artikel diatas untuk menghadfapi masalh tersebut “Perbesarlah ruang hati kita dan jadilah lebih bijaksana dalam menghadapi masalah”
Salam dari Padangsidimpuan
[Reply]
Melakukan hal yang sia-sia memang tidak ada artinya
[Reply]
cerita dan analogi yang bagus sekali..masalah hanyalah segenggam garam…
[Reply]
thanks da singgah di blog saya sobt.. salam kenal dari Pekanbaru Riau, niceblog sobt

btw.. tukeran link yuuk…
[Reply]
makasih banget sobt… linkmu sudah saya pasang di homepage blog saya dgn anchor Agus Supriatna. Btw anchorlink aku ganti Pekanbaru Riau dunk sobt ..

nice to meet u
[Reply]
Agus Reply:
February 21st, 2010 at 7:54 am
Oke mas sudah diganti..
[Reply]
wah luar biasa cerita motivasinya…salam kenal kang…boleh tukeran link gak kang..punya akang sudah saya pasang di halaman sahabat apotik dengan nama agussupriatna…..makasih kang sebelumnya
[Reply]
Agus Reply:
February 21st, 2010 at 11:52 am
Oke mas sudah dipasang linknya..
[Reply]
sepertinya cerita ini sudah melegenda. banyak sekali buku-buku yang menceritakan kisah ini karena memang letaknya disitu, di hati kita. semoga hati kita bisa semakin lapang. amin
[Reply]
Agus Reply:
February 22nd, 2010 at 2:34 pm
Amin,, akhirnya kang ali mampir lagi..
[Reply]
Bagus juga artikel nya…
[Reply]
bener banget apa yang dikatakan,… besar kecilnya suatu permasalahan yang dihadapi sangat tergantung dg besar kecilnya hati yg menerima
[Reply]
saya pernah neeh baca cerita ini. Memang masalah, besar kecilnya tergantung bagaimana kelapangan hati kita dalam menyikapi semuanya.
[Reply]
thanks to info,,,,tapi kadang susah mau punya hati seluas danau… ada saja halangannya…..
[Reply]
Agus Reply:
June 24th, 2010 at 8:38 am
Memang tidak mudah, tapi mungkin…
[Reply]
ane cuman mw kasih saran aja, sungguh kisah ini akan lebih menarik jika tidak ada kata ‘sufi’ didalamnya. kata ‘guru’ lebih baik artinya dari pada digabung dengan kata tsb,.
terimakasih,
temanmu
[Reply]
Agus Reply:
July 9th, 2010 at 4:18 pm
Oke thanks ata sharenya mas Syam,,
[Reply]