<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Motivasi Diri &#187; Motivasi Diri</title>
	<atom:link href="http://agussupriatna.com/motivasi/category/motivasi-diri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agussupriatna.com</link>
	<description>Blog untuk memotivasi diri kita berbagi cerita motivasi dan kata-kata motivasi.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Dec 2011 16:00:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Berpendidikan, Pengetahuan dan Kekuatan</title>
		<link>http://agussupriatna.com/motivasi/berpendidikan-pengetahuan-dan-kekuatan</link>
		<comments>http://agussupriatna.com/motivasi/berpendidikan-pengetahuan-dan-kekuatan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 15:58:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Kekuatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussupriatna.com/?p=638</guid>
		<description><![CDATA[Ada ungkapan yang menyatakan bahwa Pengetahuan adalah Kekuatan, itu SALAH BESAR!! Pengetahuan hanya berpotensi memiliki kekuatan. Pengetahuan menjadi kekuatan hanya ketika dan jika diatur menjadi rencana-rencana tindakan yang pasti dan diarahkan langsung ke sebuah tujuan pasti. Salah satu yang dinilai gagal dalam sistem pendidikan kita adalah bahwa institusi pendidikan gagal mengajari muridnya cara mengatur dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada ungkapan yang menyatakan bahwa Pengetahuan adalah Kekuatan, itu SALAH BESAR!! Pengetahuan hanya <em>berpotensi </em>memiliki  kekuatan. Pengetahuan menjadi kekuatan hanya ketika dan jika diatur  menjadi rencana-rencana tindakan yang pasti dan diarahkan langsung ke  sebuah tujuan pasti.</p>
<p>Salah satu yang dinilai gagal dalam  sistem pendidikan kita adalah bahwa institusi pendidikan gagal mengajari  muridnya cara mengatur dan menggunakan pengetahuan setelah mereka  memperolehnya. Seharusnya masing-masing dari kita mengerti arti dari  kata mendidik (<em>educate</em>). Kata ini berasal dari bahasa latin <em>educo,</em> yang berarti meraih, menarik atau mengembangkan dari dalam.<span id="more-638"></span></p>
<p>Sehingga  orang bisa disebut sebagai orang berpendidikan jika orang tersebut  telah mengembangkan kekuatan dalam pikiran mereka dengan sedemikian rupa  sehingga dia bisa meraih apapun yang diinginkan kekuatan itu, tentunya  tanpa melanggar hak-hak orang lain.</p>
<p>Tentunya dari definisi  diatas kita mengetahui bahwa orang berpendidikan bukanlah hanya bisa  diambil melalui pembelajaran jalur formal, bahkan mungkin orang yang  tidak pernah belajar secara formal bisa lebih berpendidikan dibandingkan  dengan mereka yang mendapatkan pembelajaran formal.</p>
<p>Thomas  A Edison hanya bersekolah selama tiga bulan seumur hidup. Namun dia  tidak kekurangan pendidikan, tidak pula meninggal dalam keadaan miskin  atau tanpa nama besar.</p>
<p>Henry Ford hanya bersekolah sampai kelas enam, tapi secara finansial dia cukup berhasil.</p>
<p>Albert  Einstein bekerja sebagai juru tulis di sebuah kantor paten ketika dia  mulai mengembangkan teori-teori ilmiahnya yang mengubah dunia.</p>
<p>Rasulullah  merupakan seorang yang tidak bisa membaca dan menulis, tetapi dia mempu  menjadi Leader dan panutan umat Islam sampai sekarang.</p>
<p>Jadi  masihkan kita berpengetahuan tapi tidak punya rencana yang jelas  terhadap pengetahuan kita? Pilihan kita menjadi orang yang berpendidikan  atau tidak.</p>
<p>Wallahualam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussupriatna.com/motivasi/berpendidikan-pengetahuan-dan-kekuatan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rekaman Anda sangat Penting Gan</title>
		<link>http://agussupriatna.com/motivasi/rekaman-anda-sangat-penting-gan</link>
		<comments>http://agussupriatna.com/motivasi/rekaman-anda-sangat-penting-gan#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 05:05:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussupriatna.com/?p=617</guid>
		<description><![CDATA[Berbelanja online merupakan sebuah kebiasaan saya. Hemm entah mengapa jadi lebih asik belanja secara online. Ya walaupun kita tidak bisa langsung mendapatkan barang yang kita mau secara instan, layaknya belanja offline. Tapi ada beberapa kepuasan tersendri dalam berbelanja online. Apalagi jika kita tidak mempunyai banyak waktu untuk hunting keperluan kita secara offline, maka belanja online [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_618" class="wp-caption alignleft" style="width: 231px"><a href="http://agussupriatna.com/wp-content/uploads/2011/04/Transkrip-Rekaman-KPK.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-618" title="Transkrip-Rekaman-KPK" src="http://agussupriatna.com/wp-content/uploads/2011/04/Transkrip-Rekaman-KPK-150x150.jpg" alt="Rekaman anda" width="221" height="221" /></a><p class="wp-caption-text">Rekaman anda</p></div>
<p>Berbelanja online merupakan sebuah kebiasaan saya. Hemm entah mengapa jadi lebih asik belanja secara online. Ya walaupun kita tidak bisa langsung mendapatkan barang yang kita mau secara instan, layaknya belanja offline. Tapi ada beberapa kepuasan tersendri dalam berbelanja online. Apalagi jika kita tidak mempunyai banyak waktu untuk hunting keperluan kita secara offline, maka belanja online merupakan cara yang hemat dan praktis untuk mengatasi kendala itu.</p>
<p>Sukur-sukur kita bisa mendapatkan produk yang bagus dengan harga yang miring. Nah salah satu tempat belanja saya yang favorit adalah FJB KASKUS gan. hahaha sudah ketebak pasti. Ya saya favorit sekali belanja disana, selain memang karena harganya bagus2 barangnya juga unik2 gan. Ya tapi tetap ada resikonya, ya apalagi selain ketipu.</p>
<p>Nah untuk menghindari itu, tidak hanya belanja online di kaskus tapi juaga belanja di situs online yang lain saya selalu berhati-hati. Ya apalagi alasannya selain karena saya tidak mau uang saya melayang dengan percuma.<span id="more-617"></span></p>
<p>Saya paling suka dengan kaskus karena kita bisa melihat rekam jejak dari sebuah account. Lalu banyaknya testimoni dan &#8220;cendol&#8221; mempengaruhi saya untuk memutuskan akan membeli atau tidak.</p>
<p>Ya tahukah teman, cara saya untuk menghindari penipuan itu tentunya dengan memperhatikan setiap rekam jejak dari si penjual. Saya jadi berfikir mungkin banyak dari kita semua mempunyai rekam jejak terhadap orang yang kita kenal. Hemm boleh jadi teman-teman saya juga mempunyai rekam jejak terhadap saya secara personal. Hemm, mereka selalu mengingat dan memperhatikan apa yang saya lakukan dan apa saja yang saya kerjakan serta apa saja pencapaiaan yang sudah saya raih.</p>
<p>Dari sana berfikir bahwa penting bagi kita untuk membuat rekam jejak yang baik tentang kita, baik secara kinerja dan interakasi kita dengan orang lain. Terhadap siapapun, sehingga testimony terhadap diri kita secara personal akan baik. Maka bersikaplah baik dan bersungguh-sungguhlah terhadap apapun walaupun kecil, karena itu akan menjadi rekam jejak kita di mata orang lain, dan tahukah anda saya mengalaminya sendiri. Karena rekam jajak inilah membukan peluang kita untuk masuk ke dalam pencapaian kita selanjutnya.</p>
<p>Dan terakhir dari saya</p>
<blockquote><p>Ingatlah kawan, anda selalu di rekam, oleh orang lain dan oleh malaikat yang mencatat anda. Mau atau tidak mau, rekaman anda pasti ada, tinggal bagaimana kita membuat rekaman itu menjadi sebuah film kebaikan tentang diri kita.</p></blockquote>
<p>Semoga bermanfaat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussupriatna.com/motivasi/rekaman-anda-sangat-penting-gan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadapilah Masalah</title>
		<link>http://agussupriatna.com/motivasi/hadapilah-masalah</link>
		<comments>http://agussupriatna.com/motivasi/hadapilah-masalah#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 08:22:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussupriatna.com/?p=570</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu belakangan ini saya jarang update blog saya ini. Hemm entah kenapa mulai kurang produktif untuk menulis, baik di blog, facebook ataupun di milist-milist yang saya ikuti. Mungkin ini akibat dari beberapa hal yang saya dapatkan belakangan ini. Sungguh Allah masih sangat sayang dengan saya. Sehingga saya masih bisa diberikan beberapa tantangan dalam hidup. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 244px"><img title="Masalah" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS0N-3rnfkTJXCu7cSbszmjr-oZGs9h1EeOOMdMJfhKx6WV7vIO&amp;t=1" alt="" width="234" height="216" /><p class="wp-caption-text">Selesaikan Masalah</p></div>
<p>Beberapa waktu belakangan ini saya jarang update blog saya ini. Hemm entah kenapa mulai kurang produktif untuk menulis, baik di blog, facebook ataupun di milist-milist yang saya ikuti. Mungkin ini akibat dari beberapa hal yang saya dapatkan belakangan ini. Sungguh Allah masih sangat sayang dengan saya. Sehingga saya masih bisa diberikan beberapa tantangan dalam hidup.</p>
<p>Ya Alhamdulillah saya mendapatkan beberapa masalah yang bisa dijadikan pembelajaran dalam hidup saya dan sekaligus pembelajaran untuk bisa senantisa meningkatkan kualitas dan kapasitas diri saya.</p>
<p>Senang rasanya bisa masuk lagi ke dashboard blog ini dan menulis kembali.</p>
<p>Sahabat sesungguhnya setiap perjalanan hidup kita pasti mendapatkan masalah, bohong sekali jika dalam hidup ini kita sama sekali tidak mendapatkan masalah. Jika itu terjadi pada anda (tidak mendapatkan masalah), coba perikasa kembali apakah kita benar-benar hidup?? Hehehe,, maksudnya apakah kita telah benar-benar mengjar sesuatu? Jika jawabannya pasti kita akan mendapatkan tantangan dalam pengejaran kita.<span id="more-570"></span></p>
<p>Satu hal yang selalu saya pengang sahabat,setiap saya mendapatkan sebuah masalah (saya lebih suka menyebutnya sebuah tantangan), saya selalu meyakini bahwa Allah tidak akan menguji kita melebihi dari batas kemampuan kita. Artinya apa sobat? Artinya MASALAH ITU PASTI BISA KITA ATASI (sengaja saya tulis besar-besar). Ya, masalah itu pasti selalu bisa kita atasi.</p>
<p>Masalahnya adalah  apakah kita mau menyelesaikan masalah itu ataukah kita malah menghindar dan membiarkan malalah itu berlarut-larut. Masalah yang dibiarkan berlarut-larut akan membuat masalah itu semakin besar dan pada akhirnya kita merasa sangat terbebani dengan masalah itu.</p>
<p>Selesaikanlah masalah itu wahai sobat, seberat apapun kita pasti bisa menyelesaikannya. Ada banyak hikmah yang akan membuat kita semakin dewasa. Ada banyak pelajaran yang akan menjadikan diri kita bijak. Ada banyak tantangan yang akan memberikan kita kepuasan, bukankah kulitas diri kita senantiasa bisa kita ukur melalui apa yang telah kita selsaikan, termasuk masalah kita dan itu menjadi trad record kita.</p>
<p>Jangan jadi PENGECUT yang kalah oleh masalah kita sendiri, apalagi masalah itu datang akibat dari tindakan kita di masa lalu. Hadapilah dengan JANTAN sehingga kita puas dengan terselesaikannya masalah kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussupriatna.com/motivasi/hadapilah-masalah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kegigihan</title>
		<link>http://agussupriatna.com/motivasi/kegigihan</link>
		<comments>http://agussupriatna.com/motivasi/kegigihan#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Nov 2010 10:52:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussupriatna.com/?p=564</guid>
		<description><![CDATA[Orang-orang yang belajar dari pengalaman tentang pentingnya kegigihan, akan menerima kekalahan sebagai sesuatu yang bersifat sementara belaka. Merekalah orang-orang yang sedemikian gigih mengejar keinginan, sehingga kekalahan akhirnya berbuah menjadi kemenangan. Tetapi begitu banyak orang yang mengalami kekelahan dan tidak pernah bangkit kembali. Hanya segelintir orang saja yang berani menerima hukuman atas kekalahannya sebagai sebuah dorongan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 202px"><img title="Kegigihan" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SSpd49CUbfI/AAAAAAAAA3o/VK3XaBmS86w/S240/gigih,+tidak+mudah+menyerah.jpg" alt="" width="192" height="240" /><p class="wp-caption-text">Kegigihan</p></div>
<p>Orang-orang yang belajar  dari pengalaman tentang pentingnya kegigihan, akan menerima kekalahan  sebagai sesuatu yang bersifat sementara belaka. Merekalah orang-orang  yang sedemikian gigih mengejar keinginan, sehingga kekalahan akhirnya  berbuah menjadi kemenangan.</p>
<p>Tetapi begitu banyak orang  yang mengalami kekelahan dan tidak pernah bangkit kembali. Hanya  segelintir orang saja yang berani menerima hukuman atas kekalahannya  sebagai sebuah dorongan untuk berusaha lebih keras lagi. Tetapi ada  sesuatu yang tak terlihat oleh kita, sesuatu yang tidak pernah diketahui  keberadaannya oleh kebanyakan orang. Ia adalah kekuatan tersembunyi  namun dahsyat, yang muncul untuk menyelamatkan orang-orang dari semangat  mereka yang mengendur. Kekuatan ini adalah kegigihan. Jika anda tidak  memilikinya, anda tak akan mencapai kesuksesan di bidang apapun.</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussupriatna.com/motivasi/kegigihan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Disini Jual Ikan Segar</title>
		<link>http://agussupriatna.com/motivasi/disini-jual-ikan-segar</link>
		<comments>http://agussupriatna.com/motivasi/disini-jual-ikan-segar#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 00:22:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussupriatna.com/?p=469</guid>
		<description><![CDATA[Seseorang mulai berjualan ikan segar dipasar. Ia memasang papan pengumuman bertuliskan &#8220;Disini Jual Ikan Segar&#8221; Tidak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang tulisannya. &#8220;Mengapa kau tuliskan kata ISINI ? Bukankah semua orang sudah tau kalau kau berjualan DISINI , bukan DISANA?&#8221; &#8220;Benar juga!&#8221; pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata &#8220;DISINI&#8221; dan tinggallah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 230px"><img title="Jual Ikan Segar" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZbSRxhXQpHw/S0PNAkAemeI/AAAAAAAAACw/jND-26_gMLw/s320/penjual_ikan.jpg" alt="Jual Ikan Segar" width="220" height="198" /><p class="wp-caption-text">Jual Ikan Segar</p></div>
<p>Seseorang mulai berjualan ikan segar dipasar. Ia memasang papan pengumuman bertuliskan &#8220;Disini Jual Ikan Segar&#8221;</p>
<p>Tidak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang tulisannya. &#8220;Mengapa kau tuliskan kata <img src='http://agussupriatna.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt='<img src="http://agussupriatna.com/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/14.gif" style="border:none;background:none;" alt=":D" />' class='wp-smiley' /> ISINI ? Bukankah semua orang sudah tau kalau kau berjualan DISINI , bukan DISANA?&#8221;</p>
<p>&#8220;Benar juga!&#8221; pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata &#8220;DISINI&#8221; dan tinggallah tulisan &#8220;JUAL IKAN SEGAR&#8221;.</p>
<p>Tidak lama kemudian datang pengunjung kedua yang juga menanyakan tulisannya.</p>
<p>&#8220;Mengapa kau pakai kata SEGAR ? bukankah semua orang sudah tau kalau yang kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?&#8221;<span id="more-469"></span></p>
<p>&#8220;Benar juga&#8221; pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata &#8220;SEGAR&#8221; dan<br />
tinggallah tulisan &#8220;JUAL IKAN&#8221;</p>
<p>Sesaat kemudian datanglah pengunjung ke tiga yang juga menanyakan<br />
tulisannya : &#8220;Mengapa kau tulis kata JUAL? Bukankah semua orang sudah tau kalau ikan ini untuk dijual, bukan dipamerkan?&#8221;</p>
<p>Benar juga pikir si penjual ikan,, lalu dihapusnya kata JUAL dan tinggalah<br />
tulisan &#8220;IKAN&#8221;</p>
<p>Selang beberapa waktu kemudian, datang pengunjung ke 4, yang juga menanyakan tulisannya : &#8220;Mengapa kau tulis kata IKAN?, bukankah semua orang sudah tau kalau ini Ikan bukan Daging?&#8221;</p>
<p>&#8220;Benar juga&#8221; pikir si penjual ikan, lalu diturunkannya papan pengumuman itu.</p>
<p>Sahabat, Bila kita ingin memuaskan semua orang, maka yakinlah itu hal yang mustahil&#8230;. atau bahkan kita malah justru merugikan diri sendiri.</p>
<p>Jadi utamakan suara hati anda&#8230; biarlah orang lain berpendapat&#8230;, tapi saringlah, cerna kembali pendapat mereka&#8230; apakah sesuai dengan kata hati anda?&#8230; jika tidak, maka tegaslah tuk mengatakan&#8230; &#8220;Tidak!&#8230; maaf&#8221; <img src='http://agussupriatna.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt='<img src="http://agussupriatna.com/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/15.gif" style="border:none;background:none;" alt=":)" />' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussupriatna.com/motivasi/disini-jual-ikan-segar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Terbaik</title>
		<link>http://agussupriatna.com/motivasi/yang-terbaik</link>
		<comments>http://agussupriatna.com/motivasi/yang-terbaik#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 01:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussupriatna.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Sahabat, kadang dalam setiap doa kita, kita selalu memanjatkan doa meminta segalanya yang terbaik. Tetapi saat Tuhan mengabulkan doa kita,kita seringkali kecewa. Berikut adalah kisah nyata dari yang tebaik yang diberikan oleh Tuhan. Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img title="Astronot" src="http://haliemnurhuda.files.wordpress.com/2010/01/1157421425300px-astronot.jpg" alt="" width="300" height="300" /><p class="wp-caption-text">Astronot</p></div>
<p>Sahabat, kadang dalam setiap doa kita, kita selalu memanjatkan doa meminta segalanya yang terbaik. Tetapi saat Tuhan mengabulkan doa kita,kita seringkali kecewa. Berikut adalah kisah nyata dari yang tebaik yang diberikan oleh Tuhan.</p>
<p>Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot.</p>
<p>Namun, sesuatu pun terjadilah. Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington. Setiap hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan. Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.<span id="more-462"></span></p>
<p>Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center</p>
<p>Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi , latihan ketangkasan , percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini ?</p>
<p>Aku sangat yakin bahwa akulah yang akan terpilih. “ Tuhan, biarlah diriku yang terpilih karena itu adalah anugerah yang terbesar dalam hiduku!” , begitu aku berdoa. Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih orang lain yaitu Christina McAufliffe.</p>
<p>Aku kalah. Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam ?</p>
<p>Aku berpaling pada ayahku. Dan katanya: “Semua terjadi karena suatu alasan.”</p>
<p>Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku? 73 detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak&#8230; dan menewaskan semua penumpang.</p>
<p>Saat itulah aku menangis, dan perasaan kesal dan marah kepada Tuhan hilang…yang ada adalah perasaan yang sangat bahagia dan tersanjung…bahwa Tuhan benar-benar sayang kepada diriku.</p>
<p>Aku teringat kata-kata ayahku: “Semua terjadi karena suatu alasan.” Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang….<br />
Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.</p>
<p>Ya tidak dikabulkanya keinginan kita bisa jadi yang tebaik bagi kita. Yakinlah bahwa Tuhan lebih tahu dari kita semua. Teruslah kerjar mimpi, jangan pedulikan hasil, yang terpenting adalah proses untuk meraih mimpi kita.</p>
<blockquote><p>&#8221; Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.&#8221; (QS 2:216)</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussupriatna.com/motivasi/yang-terbaik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ternyata, Hidup Ini Sederhana</title>
		<link>http://agussupriatna.com/motivasi/ternyata-hidup-ini-sederhana</link>
		<comments>http://agussupriatna.com/motivasi/ternyata-hidup-ini-sederhana#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 01:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Sederhana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussupriatna.com/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[Banyak diantara kita menganggap bahwa kehidupan kita di dunia ini sangatlah rumit. Tetapi sesungguhnya kehidupan itu sangat sederhana dan simple jika kita mampu memandangnya demikian. Coba anda pikirkan deh, ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah,dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.Ternyata untuk memperoleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 186px"><img src="http://masgus.files.wordpress.com/2009/04/cup-of-coffee1.jpg" alt="" width="176" height="191" /><p class="wp-caption-text">Sederhana</p></div>
<p>Banyak diantara kita menganggap bahwa kehidupan kita di dunia ini sangatlah rumit. Tetapi sesungguhnya kehidupan itu sangat sederhana dan simple jika kita mampu memandangnya demikian. Coba anda pikirkan deh, ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah,dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.</p>
<p>Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda.Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb.Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap.Murid-murid lain menertawakan perbuatannya.Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.<span id="more-433"></span></p>
<p>Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.”Ibu menjawab: “Mengapa?”Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah. ”Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.</p>
<p>Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.”Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.”Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.</p>
<p>Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya:“Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?”Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.”Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.”Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi.”Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat:“Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana.”Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.</p>
<p>Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan:“Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan”dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.</p>
<p>Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir,semua berjalan dengan berat, sangat menderita,hanya satu orang yang berjalan dengan gembira.Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.</p>
<p>Jadi Hidup ini memang sederhana ya <img src='http://agussupriatna.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt='<img src="http://agussupriatna.com/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/14.gif" style="border:none;background:none;" alt=":D" />' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><em>&#8220;You are what you think about. Beware of your mind&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussupriatna.com/motivasi/ternyata-hidup-ini-sederhana/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadilah Seperti PENSIL</title>
		<link>http://agussupriatna.com/motivasi/jadilah-seperti-pensil</link>
		<comments>http://agussupriatna.com/motivasi/jadilah-seperti-pensil#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 05:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pensil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussupriatna.com/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat. “Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?” Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu PENSIL yang nenek pakai. Nenek harap kamu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 180px"><img src="http://fitrahfitri.files.wordpress.com/2009/12/pensil.jpg" alt="" width="170" height="237" /><p class="wp-caption-text">Jadilah seperti Pensil</p></div>
<p>Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.</p>
<p>“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”</p>
<p>Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,</p>
<p>“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu PENSIL yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi.</p>
<p>Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.</p>
<p>“Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya”, Ujar si cucu.<span id="more-408"></span></p>
<p>Si nenek kemudian menjawab,</p>
<p>“Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini”,</p>
<p>Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.</p>
<p>Pertama:</p>
<p>Pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Allah, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.</p>
<p>Kedua:</p>
<p>Dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.</p>
<p>Ketiga:</p>
<p>Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.</p>
<p>Keempat:</p>
<p>Bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.</p>
<p>Kelima:</p>
<p>Sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan…Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan tinggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/jadilah-seperti-pensil" title="artikel motivasi">artikel motivasi</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/jadilah-seperti-pensil" title="motivasi diri">motivasi diri</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/jadilah-seperti-pensil" title="5 a pengembangan diri">5 a pengembangan diri</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/jadilah-seperti-pensil" title="cerita motivasi">cerita motivasi</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/jadilah-seperti-pensil" title="kata kata motivasi setelah lama tidak bertemu">kata kata motivasi setelah lama tidak bertemu</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.496 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussupriatna.com/motivasi/jadilah-seperti-pensil/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta Laki-laki Biasa</title>
		<link>http://agussupriatna.com/motivasi/cinta-laki-laki-biasa</link>
		<comments>http://agussupriatna.com/motivasi/cinta-laki-laki-biasa#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 04:26:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Motivasi Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Laki-laki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussupriatna.com/?p=402</guid>
		<description><![CDATA[Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya. Kenapa? Tanya mereka di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><img src="http://maramissetiawan.files.wordpress.com/2007/12/morozov-dsc03034.jpg" alt="" width="225" height="167" /><p class="wp-caption-text">Cinta laki-laki biasa</p></div>
<p>Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.</p>
<p>Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.</p>
<p>Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.<span id="more-402"></span></p>
<p>Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!</p>
<p>Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.</p>
<p>Kamu pasti bercanda!</p>
<p>Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda.</p>
<p>Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!</p>
<p>Nania serius! tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.</p>
<p>Tidak ada yang lucu, suara Papa tegas, Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!</p>
<p>Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.</p>
<p>Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan? Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?</p>
<p>Nania terkesima.</p>
<p>Kenapa?</p>
<p>Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.</p>
<p>Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus!</p>
<p>Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!</p>
<p>Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata &#8216;kenapa&#8217; yang barusan Nania lontarkan.</p>
<p>Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.</p>
<p>Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.</p>
<p>Tapi kenapa?</p>
<p>Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa.</p>
<p>Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.</p>
<p>Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!</p>
<p>Cukup!</p>
<p>Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?</p>
<p>Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak &#8216;luar biasa&#8217;. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.</p>
<p>Mereka akhirnya menikah.</p>
<p>***</p>
<p>Setahun pernikahan.</p>
<p>Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka.</p>
<p>Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.</p>
<p>Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania.</p>
<p>Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.</p>
<p>Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.</p>
<p>Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu! Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar! Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!</p>
<p>Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.</p>
<p>Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.</p>
<p>Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!<br />
Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?</p>
<p>Rafli juga pintar!<br />
Tidak sepintarmu, Nania.</p>
<p>Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan. Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.</p>
<p>Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.</p>
<p>Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli!<br />
Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.</p>
<p>Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.</p>
<p>Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang. Tak apa, kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri. Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang.</p>
<p>Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik..</p>
<p>Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya? Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah.</p>
<p>Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!</p>
<p>Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.</p>
<p>Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak!</p>
<p>Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.</p>
<p>Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.<br />
Cantik ya? dan kaya!</p>
<p>Tak imbang!</p>
<p>Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.</p>
<p>Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.</p>
<p>Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya.</p>
<p>Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!</p>
<p>Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.</p>
<p>Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang.</p>
<p>Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali.</p>
<p>Baru pembukaan satu. Belum ada perubahan, Bu. Sudah bertambah sedikit, kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.</p>
<p>Sekarang pembukaan satu lebih sedikit. Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.</p>
<p>Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.</p>
<p>Masih pembukaan dua, Pak! Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.</p>
<p>Bang? Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan.</p>
<p>Dokter?</p>
<p>Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.</p>
<p>Mungkin? Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat?</p>
<p>Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.</p>
<p>Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri.</p>
<p>Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.</p>
<p>Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.</p>
<p>Pendarahan hebat!</p>
<p>Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah! Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.</p>
<p>Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.</p>
<p>Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.</p>
<p>Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.</p>
<p>***</p>
<p>Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang.</p>
<p>Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.</p>
<p>Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.</p>
<p>Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra..</p>
<p>Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.</p>
<p>Nania, bangun, Cinta? Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.</p>
<p>Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik,</p>
<p>Nania, bangun, Cinta? Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.</p>
<p>Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.</p>
<p>Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.</p>
<p>Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.</p>
<p>Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh.</p>
<p>Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.</p>
<p>Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.</p>
<p>Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?</p>
<p>Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.</p>
<p>Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun.</p>
<p>Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.</p>
<p>Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.</p>
<p>Baik banget suaminya! Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!</p>
<p>Nania beruntung! Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.</p>
<p>Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!</p>
<p>Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.</p>
<p>Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi, merasa tak berani, merasa?</p>
<p>Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?</p>
<p>Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka.. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.</p>
<p>Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya.</p>
<p>Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.</p>
<p>Seperti yg diceritakan oleh seorang sahabat..</p>
<p>- Asma Nadia -</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/cinta-laki-laki-biasa" title="cerita motivasi">cerita motivasi</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/cinta-laki-laki-biasa" title="motivasi diri">motivasi diri</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/cinta-laki-laki-biasa" title="Perkenalkan diri Anda pada teman Anda abang adik atau guru">Perkenalkan diri Anda pada teman Anda abang adik atau guru</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/cinta-laki-laki-biasa" title="kalimat motivasi hidup">kalimat motivasi hidup</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/cinta-laki-laki-biasa" title="kata motivasi cinta">kata motivasi cinta</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.969 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussupriatna.com/motivasi/cinta-laki-laki-biasa/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bibit Raja</title>
		<link>http://agussupriatna.com/motivasi/bibit-raja</link>
		<comments>http://agussupriatna.com/motivasi/bibit-raja#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jun 2010 14:59:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussupriatna.com/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[Dahulu kala, ada seorang raja di daerah Timur yang sudah tua. Ia menyadari bahwa sudah dekat saatnya ia mencari pewaris kerajaannya. Ia tidak mewariskan kerajaannya itu kepada salah satu dari bawahannya ataupun anaknya, tetapi ia memutuskan untuk melakukan sesuatu hal yang berbeda. Ia memanggil seluruh anak muda di seluruh kerajaannya. Ia berkata, &#8220;Sudah saatnya bagiku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 228px"><img src="http://bptsitubondo.files.wordpress.com/2009/03/bahan-bibit.jpg" alt="" width="218" height="164" /><p class="wp-caption-text">Bibit Raja</p></div>
<p>Dahulu kala, ada seorang raja di daerah Timur yang sudah tua. Ia  menyadari bahwa sudah dekat saatnya ia mencari pewaris kerajaannya. Ia  tidak mewariskan kerajaannya itu kepada salah satu dari bawahannya  ataupun anaknya, tetapi ia memutuskan untuk melakukan sesuatu hal yang  berbeda. Ia memanggil seluruh anak muda di seluruh kerajaannya. Ia  berkata, &#8220;Sudah saatnya bagiku untuk mengundurkan diri dan memilih raja  yang baru. Aku memutuskan untuk memilih salah satu di antara kalian.&#8221;</p>
<p>Anak-anak muda itu terkejut! Tetapi raja melanjutkan,&#8221;Aku akan  memberikan kalian masing-masing satu bibit hari ini. Satu bibit saja.  Bibit ini sangat istimewa. Aku ingin kalian pulang, menanamnya,  merawatnya dan kembali ke sini lagi tepat 1 tahun dari hari ini dengan  membawa hasil dari bibit yang kuberikan hari ini. Kemudian aku akan  menilai hasil yang kalian bawa, dan seseorang yang aku pilih akan  menjadi raja negeri ini!&#8221;<span id="more-397"></span></p>
<p>Ada seorang anak muda yang bernama Ling yang berada di sana pada hari  itu dan ia, seperti yang lainnya, menerima bibit itu. Ia pulang ke rumah  dan dengan antusias memberitahu ibunya tentang apa yang terjadi. Ibunya  membantu Ling menyediakan pot dan tanah untuk bercocok tanam, dan Ling  menanam bibit itu kemudian menyiraminya dengan hati-hati. Setiap hari ia  selalu menyirami, merawat bibit itu, dan mengamati apakah bibit itu  tumbuh. Setelah beberapa minggu, beberapa dari anak muda itu mulai  membicarakan mengenai bibit mereka dan tanaman yang telah mulai tumbuh.  Ling pulang ke rumah dan memeriksa bibitnya, tetapi tidak ada hasilnya.</p>
<p>Tiga minggu, 4, 5 minggu berlalu. Tetap tidak ada hasilnya. Sekarang  ini, para anak muda memperbincangkan tentang tanaman mereka, tetapi  bibit Ling tetap belum tumbuh, dan ia mulai merasa seperti pecundang.  Enam bulan berlalu, tetap belum tumbuh juga. Ia berpikir bahwa ia telah  membunuh bibit itu. Setiap orang memiliki pohon dan tanaman yang tinggi,  tetapi ia tidak memiliki apa-apa. Ling tidak berkata apa-apa kepada  temannya. Ia tetap menunggu bibitnya tumbuh.</p>
<p>Satu tahun berlalu sudah dan semua anak muda di seluruh kerajaan membawa  tanaman mereka kepada raja untuk dinilai. Ling putus asa dan tidak  ingin pergi dengan membawa pot yang kosong. Tetapi ibunya memberinya  semangat untuk pergi dan membawa potnya. Ling harus jujur mengenai apa  yang terjadi dengan bibit itu, saran ibunya. Ling sadar bahwa saran  ibunya benar. Dan ia pergi ke istana dengan membawa pot yang kosong.  Ketika Ling tiba, ia kagum melihat berbagai macam tanaman yang dibawa  oleh teman-temannya yang lain. Semuanya indah, dalam ukuran dan bentuk.  Ling meletakkan pot yang kosong itu ke lantai dan banyak orang  menertawainya. Beberapa merasa kasihan kepadanya.</p>
<p>Ketika raja datang, ia mengamati ruangan itu dan menyalami rakyatnya.  Ling berusaha untuk bersembunyi di bagian belakang. &#8220;Wah, betapa  indahnya tanaman, pohon, bunga yang kalian bawa,&#8221; kata raja. &#8220;Hari ini,  salah seorang dari kalian akan ditunjuk menjadi raja selanjutnya!&#8221;  Seketika, sang raja melihat Ling di belakang ruangan dengan potnya yang  kosong. Ia memerintahkan pengawalnya untuk membawa Ling ke depan. Ling  sangat ketakutan. &#8220;Sang raja tahu aku seorang pecundang! Mungkin ia akan  memerintahkan aku untuk dihukum!&#8221; Ketika Ling tiba di depan, sang raja  menanyakan namanya. &#8220;Namaku Ling,&#8221; jawab Ling. Semua orang  menertawakannya.</p>
<p>Sang raja menenangkan situasi itu. Ia melihat Ling, dan kemudian  mengumumkan ke seluruh kerajaan, &#8220;Lihatlah, ini raja kalian yang baru!  Namanya adalah Ling!&#8221; Ling tidak mempercayai apa yang barusan dikatakan  raja. Ia bahkan tidak bisa membuat bibit itu tumbuh, mengapa ia bisa  menjadi raja yang baru?</p>
<p>Kemudian sang raja berkata, &#8220;Satu tahun lalu, aku memberikan setiap  orang sebuah bibit. Dan kukatakan kepada kalian untuk mengambilnya,  menanamnya, dan merawatnya, kemudian membawanya kembali kepadaku hari  ini. Tetapi aku memberikan kalian bibit yang sudah direbus sehingga  tidak akan bisa tumbuh. Kalian semuanya, kecuali Ling, membawakanku  pohon, tanaman, bunga. Ketika kalian menyadari bahwa bibit itu tidak  bisa tumbuh, kalian menukarkan dengan bibit lain. Hanya Ling yang  memiliki keberanian dan kejujuran untuk membawakanku sebuah pot kosong  dengan bibitku di dalamnya. Maka demikian, ia yang akan menjadi raja  yang baru.&#8221;</p>
<p>Sahabatku, mungkin kita akan merasa ketika kita ujur apa adanya akan  merugikan diri kita, sehingga tak heran banyak diantara kita membohongi  dirinya sendiri, dan pada saatnya menyesal atas kebohongan tersebut.  Ingatlah, Allah Maha Melihat, Yakinlah, Allah tidak akan menyia-nyiakan  Hamba-Nya yang bersusah payah untuk jujur, terutama jujur pada diri  sendiri… Wallahua&#8217;lam</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/bibit-raja" title="motivasi">motivasi</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/bibit-raja" title="kata motivasi diri">kata motivasi diri</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/bibit-raja" title="kata-kata indah buat motifasi diri">kata-kata indah buat motifasi diri</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/bibit-raja" title="motivasi diri">motivasi diri</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/bibit-raja" title="pengembangan diri">pengembangan diri</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.364 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussupriatna.com/motivasi/bibit-raja/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

