<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Motivasi Diri &#187; Motivasi Diri</title>
	<atom:link href="http://agussupriatna.com/motivasi/category/motivasi-diri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agussupriatna.com</link>
	<description>AgusSupriatna.com adalah Blog untuk memotivasi diri kita berbagi cerita motivasi dan kata-kata motivasi.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Aug 2010 03:49:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Ternyata, Hidup Ini Sederhana</title>
		<link>http://agussupriatna.com/motivasi/ternyata-hidup-ini-sederhana</link>
		<comments>http://agussupriatna.com/motivasi/ternyata-hidup-ini-sederhana#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 01:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Sederhana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussupriatna.com/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[Banyak diantara kita menganggap bahwa kehidupan kita di dunia ini sangatlah rumit. Tetapi sesungguhnya kehidupan itu sangat sederhana dan simple jika kita mampu memandangnya demikian. Coba anda pikirkan deh, ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah,dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.Ternyata untuk memperoleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 186px"><img src="http://masgus.files.wordpress.com/2009/04/cup-of-coffee1.jpg" alt="" width="176" height="191" /><p class="wp-caption-text">Sederhana</p></div>
<p>Banyak diantara kita menganggap bahwa kehidupan kita di dunia ini sangatlah rumit. Tetapi sesungguhnya kehidupan itu sangat sederhana dan simple jika kita mampu memandangnya demikian. Coba anda pikirkan deh, ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah,dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.</p>
<p>Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda.Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb.Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap.Murid-murid lain menertawakan perbuatannya.Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.<span id="more-433"></span></p>
<p>Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.”Ibu menjawab: “Mengapa?”Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah. ”Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.</p>
<p>Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.”Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.”Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.</p>
<p>Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya:“Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?”Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.”Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.”Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi.”Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat:“Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana.”Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.</p>
<p>Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan:“Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan”dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.</p>
<p>Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir,semua berjalan dengan berat, sangat menderita,hanya satu orang yang berjalan dengan gembira.Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.</p>
<p>Jadi Hidup ini memang sederhana ya <img src='http://agussupriatna.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt='<img src="http://agussupriatna.com/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/14.gif" style="border:none;background:none;" alt=":D" />' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><em>&#8220;You are what you think about. Beware of your mind&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussupriatna.com/motivasi/ternyata-hidup-ini-sederhana/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadilah Seperti PENSIL</title>
		<link>http://agussupriatna.com/motivasi/jadilah-seperti-pensil</link>
		<comments>http://agussupriatna.com/motivasi/jadilah-seperti-pensil#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 05:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pensil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussupriatna.com/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat. “Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?” Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu PENSIL yang nenek pakai. Nenek harap kamu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 180px"><img src="http://fitrahfitri.files.wordpress.com/2009/12/pensil.jpg" alt="" width="170" height="237" /><p class="wp-caption-text">Jadilah seperti Pensil</p></div>
<p>Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.</p>
<p>“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”</p>
<p>Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,</p>
<p>“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu PENSIL yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi.</p>
<p>Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.</p>
<p>“Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya”, Ujar si cucu.<span id="more-408"></span></p>
<p>Si nenek kemudian menjawab,</p>
<p>“Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini”,</p>
<p>Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.</p>
<p>Pertama:</p>
<p>Pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Allah, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.</p>
<p>Kedua:</p>
<p>Dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.</p>
<p>Ketiga:</p>
<p>Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.</p>
<p>Keempat:</p>
<p>Bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.</p>
<p>Kelima:</p>
<p>Sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan…Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan tinggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/jadilah-seperti-pensil" title="artikel motivasi">artikel motivasi</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/jadilah-seperti-pensil" title="motivasi diri">motivasi diri</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/jadilah-seperti-pensil" title="5 a pengembangan diri">5 a pengembangan diri</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/jadilah-seperti-pensil" title="cerita motivasi">cerita motivasi</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/jadilah-seperti-pensil" title="kata kata motivasi setelah lama tidak bertemu">kata kata motivasi setelah lama tidak bertemu</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.258 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussupriatna.com/motivasi/jadilah-seperti-pensil/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta Laki-laki Biasa</title>
		<link>http://agussupriatna.com/motivasi/cinta-laki-laki-biasa</link>
		<comments>http://agussupriatna.com/motivasi/cinta-laki-laki-biasa#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 04:26:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Motivasi Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Laki-laki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussupriatna.com/?p=402</guid>
		<description><![CDATA[Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya. Kenapa? Tanya mereka di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><img src="http://maramissetiawan.files.wordpress.com/2007/12/morozov-dsc03034.jpg" alt="" width="225" height="167" /><p class="wp-caption-text">Cinta laki-laki biasa</p></div>
<p>Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.</p>
<p>Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.</p>
<p>Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.<span id="more-402"></span></p>
<p>Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!</p>
<p>Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.</p>
<p>Kamu pasti bercanda!</p>
<p>Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda.</p>
<p>Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!</p>
<p>Nania serius! tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.</p>
<p>Tidak ada yang lucu, suara Papa tegas, Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!</p>
<p>Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.</p>
<p>Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan? Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?</p>
<p>Nania terkesima.</p>
<p>Kenapa?</p>
<p>Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.</p>
<p>Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus!</p>
<p>Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!</p>
<p>Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata &#8216;kenapa&#8217; yang barusan Nania lontarkan.</p>
<p>Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.</p>
<p>Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.</p>
<p>Tapi kenapa?</p>
<p>Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa.</p>
<p>Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.</p>
<p>Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!</p>
<p>Cukup!</p>
<p>Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?</p>
<p>Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak &#8216;luar biasa&#8217;. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.</p>
<p>Mereka akhirnya menikah.</p>
<p>***</p>
<p>Setahun pernikahan.</p>
<p>Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka.</p>
<p>Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.</p>
<p>Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania.</p>
<p>Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.</p>
<p>Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.</p>
<p>Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu! Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar! Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!</p>
<p>Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.</p>
<p>Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.</p>
<p>Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!<br />
Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?</p>
<p>Rafli juga pintar!<br />
Tidak sepintarmu, Nania.</p>
<p>Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan. Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.</p>
<p>Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.</p>
<p>Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli!<br />
Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.</p>
<p>Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.</p>
<p>Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang. Tak apa, kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri. Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang.</p>
<p>Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik..</p>
<p>Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya? Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah.</p>
<p>Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!</p>
<p>Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.</p>
<p>Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak!</p>
<p>Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.</p>
<p>Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.<br />
Cantik ya? dan kaya!</p>
<p>Tak imbang!</p>
<p>Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.</p>
<p>Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.</p>
<p>Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya.</p>
<p>Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!</p>
<p>Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.</p>
<p>Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang.</p>
<p>Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali.</p>
<p>Baru pembukaan satu. Belum ada perubahan, Bu. Sudah bertambah sedikit, kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.</p>
<p>Sekarang pembukaan satu lebih sedikit. Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.</p>
<p>Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.</p>
<p>Masih pembukaan dua, Pak! Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.</p>
<p>Bang? Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan.</p>
<p>Dokter?</p>
<p>Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.</p>
<p>Mungkin? Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat?</p>
<p>Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.</p>
<p>Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri.</p>
<p>Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.</p>
<p>Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.</p>
<p>Pendarahan hebat!</p>
<p>Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah! Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.</p>
<p>Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.</p>
<p>Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.</p>
<p>Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.</p>
<p>***</p>
<p>Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang.</p>
<p>Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.</p>
<p>Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.</p>
<p>Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra..</p>
<p>Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.</p>
<p>Nania, bangun, Cinta? Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.</p>
<p>Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik,</p>
<p>Nania, bangun, Cinta? Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.</p>
<p>Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.</p>
<p>Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.</p>
<p>Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.</p>
<p>Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh.</p>
<p>Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.</p>
<p>Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.</p>
<p>Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?</p>
<p>Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.</p>
<p>Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun.</p>
<p>Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.</p>
<p>Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.</p>
<p>Baik banget suaminya! Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!</p>
<p>Nania beruntung! Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.</p>
<p>Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!</p>
<p>Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.</p>
<p>Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi, merasa tak berani, merasa?</p>
<p>Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?</p>
<p>Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka.. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.</p>
<p>Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya.</p>
<p>Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.</p>
<p>Seperti yg diceritakan oleh seorang sahabat..</p>
<p>- Asma Nadia -</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/cinta-laki-laki-biasa" title="cerita motivasi">cerita motivasi</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/cinta-laki-laki-biasa" title="motivasi diri">motivasi diri</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/cinta-laki-laki-biasa" title="Perkenalkan diri Anda pada teman Anda abang adik atau guru">Perkenalkan diri Anda pada teman Anda abang adik atau guru</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/cinta-laki-laki-biasa" title="kalimat motivasi hidup">kalimat motivasi hidup</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/cinta-laki-laki-biasa" title="kata motivasi cinta">kata motivasi cinta</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.096 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussupriatna.com/motivasi/cinta-laki-laki-biasa/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bibit Raja</title>
		<link>http://agussupriatna.com/motivasi/bibit-raja</link>
		<comments>http://agussupriatna.com/motivasi/bibit-raja#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jun 2010 14:59:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussupriatna.com/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[Dahulu kala, ada seorang raja di daerah Timur yang sudah tua. Ia menyadari bahwa sudah dekat saatnya ia mencari pewaris kerajaannya. Ia tidak mewariskan kerajaannya itu kepada salah satu dari bawahannya ataupun anaknya, tetapi ia memutuskan untuk melakukan sesuatu hal yang berbeda. Ia memanggil seluruh anak muda di seluruh kerajaannya. Ia berkata, &#8220;Sudah saatnya bagiku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 228px"><img src="http://bptsitubondo.files.wordpress.com/2009/03/bahan-bibit.jpg" alt="" width="218" height="164" /><p class="wp-caption-text">Bibit Raja</p></div>
<p>Dahulu kala, ada seorang raja di daerah Timur yang sudah tua. Ia  menyadari bahwa sudah dekat saatnya ia mencari pewaris kerajaannya. Ia  tidak mewariskan kerajaannya itu kepada salah satu dari bawahannya  ataupun anaknya, tetapi ia memutuskan untuk melakukan sesuatu hal yang  berbeda. Ia memanggil seluruh anak muda di seluruh kerajaannya. Ia  berkata, &#8220;Sudah saatnya bagiku untuk mengundurkan diri dan memilih raja  yang baru. Aku memutuskan untuk memilih salah satu di antara kalian.&#8221;</p>
<p>Anak-anak muda itu terkejut! Tetapi raja melanjutkan,&#8221;Aku akan  memberikan kalian masing-masing satu bibit hari ini. Satu bibit saja.  Bibit ini sangat istimewa. Aku ingin kalian pulang, menanamnya,  merawatnya dan kembali ke sini lagi tepat 1 tahun dari hari ini dengan  membawa hasil dari bibit yang kuberikan hari ini. Kemudian aku akan  menilai hasil yang kalian bawa, dan seseorang yang aku pilih akan  menjadi raja negeri ini!&#8221;<span id="more-397"></span></p>
<p>Ada seorang anak muda yang bernama Ling yang berada di sana pada hari  itu dan ia, seperti yang lainnya, menerima bibit itu. Ia pulang ke rumah  dan dengan antusias memberitahu ibunya tentang apa yang terjadi. Ibunya  membantu Ling menyediakan pot dan tanah untuk bercocok tanam, dan Ling  menanam bibit itu kemudian menyiraminya dengan hati-hati. Setiap hari ia  selalu menyirami, merawat bibit itu, dan mengamati apakah bibit itu  tumbuh. Setelah beberapa minggu, beberapa dari anak muda itu mulai  membicarakan mengenai bibit mereka dan tanaman yang telah mulai tumbuh.  Ling pulang ke rumah dan memeriksa bibitnya, tetapi tidak ada hasilnya.</p>
<p>Tiga minggu, 4, 5 minggu berlalu. Tetap tidak ada hasilnya. Sekarang  ini, para anak muda memperbincangkan tentang tanaman mereka, tetapi  bibit Ling tetap belum tumbuh, dan ia mulai merasa seperti pecundang.  Enam bulan berlalu, tetap belum tumbuh juga. Ia berpikir bahwa ia telah  membunuh bibit itu. Setiap orang memiliki pohon dan tanaman yang tinggi,  tetapi ia tidak memiliki apa-apa. Ling tidak berkata apa-apa kepada  temannya. Ia tetap menunggu bibitnya tumbuh.</p>
<p>Satu tahun berlalu sudah dan semua anak muda di seluruh kerajaan membawa  tanaman mereka kepada raja untuk dinilai. Ling putus asa dan tidak  ingin pergi dengan membawa pot yang kosong. Tetapi ibunya memberinya  semangat untuk pergi dan membawa potnya. Ling harus jujur mengenai apa  yang terjadi dengan bibit itu, saran ibunya. Ling sadar bahwa saran  ibunya benar. Dan ia pergi ke istana dengan membawa pot yang kosong.  Ketika Ling tiba, ia kagum melihat berbagai macam tanaman yang dibawa  oleh teman-temannya yang lain. Semuanya indah, dalam ukuran dan bentuk.  Ling meletakkan pot yang kosong itu ke lantai dan banyak orang  menertawainya. Beberapa merasa kasihan kepadanya.</p>
<p>Ketika raja datang, ia mengamati ruangan itu dan menyalami rakyatnya.  Ling berusaha untuk bersembunyi di bagian belakang. &#8220;Wah, betapa  indahnya tanaman, pohon, bunga yang kalian bawa,&#8221; kata raja. &#8220;Hari ini,  salah seorang dari kalian akan ditunjuk menjadi raja selanjutnya!&#8221;  Seketika, sang raja melihat Ling di belakang ruangan dengan potnya yang  kosong. Ia memerintahkan pengawalnya untuk membawa Ling ke depan. Ling  sangat ketakutan. &#8220;Sang raja tahu aku seorang pecundang! Mungkin ia akan  memerintahkan aku untuk dihukum!&#8221; Ketika Ling tiba di depan, sang raja  menanyakan namanya. &#8220;Namaku Ling,&#8221; jawab Ling. Semua orang  menertawakannya.</p>
<p>Sang raja menenangkan situasi itu. Ia melihat Ling, dan kemudian  mengumumkan ke seluruh kerajaan, &#8220;Lihatlah, ini raja kalian yang baru!  Namanya adalah Ling!&#8221; Ling tidak mempercayai apa yang barusan dikatakan  raja. Ia bahkan tidak bisa membuat bibit itu tumbuh, mengapa ia bisa  menjadi raja yang baru?</p>
<p>Kemudian sang raja berkata, &#8220;Satu tahun lalu, aku memberikan setiap  orang sebuah bibit. Dan kukatakan kepada kalian untuk mengambilnya,  menanamnya, dan merawatnya, kemudian membawanya kembali kepadaku hari  ini. Tetapi aku memberikan kalian bibit yang sudah direbus sehingga  tidak akan bisa tumbuh. Kalian semuanya, kecuali Ling, membawakanku  pohon, tanaman, bunga. Ketika kalian menyadari bahwa bibit itu tidak  bisa tumbuh, kalian menukarkan dengan bibit lain. Hanya Ling yang  memiliki keberanian dan kejujuran untuk membawakanku sebuah pot kosong  dengan bibitku di dalamnya. Maka demikian, ia yang akan menjadi raja  yang baru.&#8221;</p>
<p>Sahabatku, mungkin kita akan merasa ketika kita ujur apa adanya akan  merugikan diri kita, sehingga tak heran banyak diantara kita membohongi  dirinya sendiri, dan pada saatnya menyesal atas kebohongan tersebut.  Ingatlah, Allah Maha Melihat, Yakinlah, Allah tidak akan menyia-nyiakan  Hamba-Nya yang bersusah payah untuk jujur, terutama jujur pada diri  sendiri… Wallahua&#8217;lam</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/bibit-raja" title="motivasi">motivasi</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/bibit-raja" title="kata motivasi diri">kata motivasi diri</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/bibit-raja" title="kata-kata indah buat motifasi diri">kata-kata indah buat motifasi diri</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/bibit-raja" title="motivasi diri">motivasi diri</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/bibit-raja" title="pengembangan diri">pengembangan diri</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.859 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussupriatna.com/motivasi/bibit-raja/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berpikir Positif</title>
		<link>http://agussupriatna.com/motivasi/berpikir-positif</link>
		<comments>http://agussupriatna.com/motivasi/berpikir-positif#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 03:05:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Berpikir Positif]]></category>
		<category><![CDATA[Positif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussupriatna.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[Motivasi diri &#124; Cerita motivasi  &#124; Pengembangan diri. Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, “Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!” Banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 212px"><img src="http://julidf.files.wordpress.com/2009/04/j0341634.jpg" alt="" width="202" height="282" /><p class="wp-caption-text">Berfikir Positif</p></div>
<p>Motivasi diri | Cerita motivasi  | Pengembangan diri. Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam  semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika  seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia  akan selalu menjawab, “Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka  menjadi orang kembar!”</p>
<p>Banyak pelayan di restorannya keluar jika  Jerry pindah kerja, sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu  restoran ke restoran yang lain. Alasan mengapa para pelayan restoran  tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karena sikapnya.</p>
<p>Jerry  adalah seorang motivator alami, jika karyawannya sedang mengalami hari  yang buruk, dia selalu ada di sana, memberitahu karyawan tersebut  bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialamai.</p>
<p>Melihat  gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu hari aku  temui Jerry dan bertanya padanya, “Aku tidak mengerti! Tidak mungkin  seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu.  Bagaimana kamu dapat melakukannya?” <span id="more-370"></span>Jerry menjawab, “Tiap pagi aku  bangun dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku  dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam  suasana yang jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik. Tiap  kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku  belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu.  Setiap ada sesorang menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk  menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya.. Aku  selalu memilih sisi positifnya.”</p>
<p>“Tetapi tidak selalu semudah  itu,” protesku. “Ya, memang begitu,” kata Jerry, “Hidup adalah sebuah  pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah, setiap keadaan adalah  sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana bereaksi terhadap semua keadaan.  Kamu memilih bagaimana orang-orang disekelilingmu terpengaruh oleh  keadaanmu. Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk.  Itu adalah pilihanmu, bagaimana kamu hidup.”</p>
<p>Beberapa tahun  kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak pernah terpikirkan  terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu belakang tidak terkunci  pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang bersenjata. Saat mencoba  membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar  nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry  cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit.</p>
<p>Setelah  menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan intensif, Jerry  dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru masih  berada di dalam tubuhnya. Aku melihat Jerry enam bulan setelah musibah  tersebut. Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab, “Jika  aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau  melihat bekas luka-lukaku?”</p>
<p>Aku menunduk untuk melihat  luka-lukanya, tetapi aku masih juga bertanya apa yang dia pikirkan saat  terjadinya perampokan. “Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku  adalah bahwa aku harus mengunci pintu belakang,” jawab Jerry. “Kemudian  setelah mereka menembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa  aku punya dua pilihan: aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku  memilih untuk hidup.”</p>
<p>“Apakah kamu tidak takut?” tanyaku. Jerry  melanjutkan, ” Para ahli medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku  akan sembuh. Tapi saat mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan  melihat ekspresi wajah para dokter dan suster aku jadi takut. Mata  mereka berkata ‘Orang ini akan mati’. Aku tahu aku harus mengambil  tindakan.”</p>
<p>“Apa yang kamu lakukan?” tanya saya. “Disana ada  suster gemuk yang bertanya padaku,” kata Jerry. “Dia bertanya apakah aku  punya alergi. ‘Ya’ jawabku.. Para dokter dan suster berhenti bekerja  dan mereka menunggu jawabanku. Aku menarik nafas dalam-dalam dan  berteriak, ‘Peluru!’ Ditengah tertawa mereka aku katakan, ‘Aku memilih  untuk hidup. Tolong aku dioperasi sebagai orang hidup, bukan orang  mati’.”</p>
<p>Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi  juga karena sikapnya hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia  bahwa tiap hari kamu dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu  atau membencinya. Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa  dikontrol oleh orang lain adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa  mengendalikannya dan segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/berpikir-positif" title="berpikir positif">berpikir positif</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/berpikir-positif" title="berpikiran positif">berpikiran positif</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/berpikir-positif" title="motivasi pagi hari">motivasi pagi hari</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/berpikir-positif" title="artikel motivasi berpikir positif">artikel motivasi berpikir positif</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/berpikir-positif" title="kata motivasi pagi hari">kata motivasi pagi hari</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.028 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussupriatna.com/motivasi/berpikir-positif/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekuatan atau Kelemahan</title>
		<link>http://agussupriatna.com/motivasi/kekuatan-atau-kelemahan</link>
		<comments>http://agussupriatna.com/motivasi/kekuatan-atau-kelemahan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 14:56:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Judo]]></category>
		<category><![CDATA[Kekuatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelemahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussupriatna.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[Cerita Motivasi &#124; Motivasi diri. Sahabat terkadang kita menganggap bahwa kekurangan kita adalah kelemahan terbesar kita. Seolah-olah bahwa yang menyebabkan kita tidak bisa meraih apa yang kita impikan karena kekurangan kita, sehingga kita sangat dan sangat terlalu fokus kepada kekurangan kita. Padahal setiap insan sesungguhnya mempunyai kelebihan. Mengapa tidak fokus pada kelebihan kita? Ada sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 248px"><img src="http://judo.wsu.edu/myImages/Judo/judo2.jpg" alt="" width="238" height="225" /><p class="wp-caption-text">Kekuatan Motivasi</p></div>
<p>Cerita Motivasi | Motivasi diri. Sahabat terkadang kita menganggap bahwa kekurangan kita adalah kelemahan terbesar kita. Seolah-olah bahwa yang menyebabkan kita tidak bisa meraih apa yang kita impikan karena kekurangan kita, sehingga kita sangat dan sangat terlalu fokus kepada kekurangan kita. Padahal setiap insan sesungguhnya mempunyai kelebihan. Mengapa tidak fokus pada kelebihan kita?</p>
<p>Ada sebuah cerita menarik yang saya dapatkan dari note facebook sahabat kita. Semoga bisa menginspirasi kita bersama.</p>
<blockquote><p>Alkisah, di sebuah kota kecil di Jepang, terdapat seorang anak yg lengan kirinya buntung, tetapi ia sangat menyukai beladiri judo, dan sudah mengikuti latihan di sebuah dojo. Selama berlatih, sang guru hanya mengajarkan satu jurus saja. Walaupun jurus itu termasuk sukar untuk dikuasai, anak ini merasa tak puas, karena ia melihat <span id="more-340"></span>murid-murid lainnya mempelajari bermacam-macam teknik. Akhirnya setelah 6 bulan, ia tak kuasa lagi menahan kesabarannya. Lantas ia menemui sang guru; “Sensei, bolehkah aku bertanya? Mengapa selama 6 bulan ini aku hanya berlatih jurus ini saja”. Gurunya hanya menjawab singkat “Karena engkau murid yang istimewa dan hanya jurus ini yang engkau perlukan” Ia tak berani lagi bertanya dan memilih untuk berlatih dengan tekun. Semakin lama jurus itu semakin dikuasainya dan mendarah daging dalam dirinya. Tak ada seorangpun yang semahir dia dalam menggunakan jurus tsb.</p>
<p>Setahun kemudian, sang guru menyertakan dirinya dalam kejuaran nasional di ibukota. Walaupun merasa pesimis &amp; minder, ia menuruti permintaan sang guru &amp; mereka berangkat ke ibukota.<br />
Kejuaraan dimulai. Di luar dugaannya, dengan mudah ia bisa menjatuhkan &amp; mengunci lawan-lawannya. Babak demi babak ia lalui, sampai akhirnya ia harus menghadapi juara tahun lalu di babak Final. Walau memakan waktu cukup lama dan menguras tenaganya, lagi-lagi ia berhasil memenangkan pertandingan.<br />
Dalam perjalanan pulang, sembari membahas &amp; mengevaluasi pertarungannya, sang anak bertanya kembali “Sensei, saya heran, mengapa hanya bermodal satu jurus ini saja saya bisa memenangi pertandingan. Saya masih belum mengerti ucapan Sensei dulu, apa istimewanya saya dan mengapa hanya satu jurus ini?”<br />
Sang Sensei tersenyum &amp; berkata; “Muridku, Cara bertarung setiap orang adalah unik, tergantung dari kekuatan &amp; kelemahannya. Praktisi beladiri perlu mempelajari berbagai teknik &amp; jurus sampai akhirnya ia menemukan kekuatan &amp; kelemahannya dan akhirnya memilih teknik &amp; jurus yang sesuai, yaitu teknik2 yg memanfaatkan kekuatanya dan menutupi kekurangan atau bahkan mengubahnya sebagai kekuatan”.<br />
“Engkau istimewa, karena kekuranganmu sudah jelas. Sehingga tak perlu engkau menghabiskan waktu mempelajari berbagai jurus &amp; teknik yang sudah pasti tidak engkau perlukan. Dan jurus itu paling cocok bagimu, karena selain jurus tersebut salah satu jurus tersulit dalam Judo, satu-satunya cara untuk menghadapinya adalah dengan mengunci lengan kirimu”.</p></blockquote>
<p>Bagaimana pendapat sahabat setelah membaca cerita tersebut?</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/kekuatan-atau-kelemahan" title="kekuatan dan kelemahan diri">kekuatan dan kelemahan diri</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/kekuatan-atau-kelemahan" title="Kelebihan metode cerita">Kelebihan metode cerita</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/kekuatan-atau-kelemahan" title="kelebihan dan kekurangan metode cerita">kelebihan dan kekurangan metode cerita</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/kekuatan-atau-kelemahan" title="kelebihan pengembangan diri">kelebihan pengembangan diri</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/kekuatan-atau-kelemahan" title="metode cerita">metode cerita</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.166 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussupriatna.com/motivasi/kekuatan-atau-kelemahan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>47</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ambil Lebih maka Kau akan Bahagia</title>
		<link>http://agussupriatna.com/motivasi/ambil-lebih-maka-kau-akan-bahagia</link>
		<comments>http://agussupriatna.com/motivasi/ambil-lebih-maka-kau-akan-bahagia#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 23:37:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Keyakinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussupriatna.com/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Motivasi diri &#124; Pengembangan diri. Sahabat hebatnya diri kita sesungguhnya bisa terpancar dan terlihat dari apa yang bisa dan telah kita lakukan. Karena sesungguhnya tidak ada parameter lain untuk menilai diri seseorang selain dari track record yang telah dia buat. Oleh karena itu pentinglah bagi kita untuk senantiasa memiliki track record dan pencapaian yang besar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 273px"><img title="Keyakinan" src="http://missdhani.files.wordpress.com/2009/06/success.jpg" alt="" width="263" height="197" /><p class="wp-caption-text">Melampaui Batas</p></div>
<p>Motivasi diri | Pengembangan diri. Sahabat hebatnya diri kita sesungguhnya bisa terpancar dan terlihat dari apa yang bisa dan telah kita lakukan. Karena sesungguhnya tidak ada parameter lain untuk menilai diri seseorang selain dari track record yang telah dia buat. Oleh karena itu pentinglah bagi kita untuk senantiasa memiliki track record dan pencapaian yang besar dalam diri kita.</p>
<p>Besar kecilnya pencapaiai tentunya sangat tergantung dari penilai. Tetapi sahabat tahukah kita, terkadang kita sendirilah yang membuat pencapaian kita menjadi kecil. Kita sendirilah yang selalu menyerah sebelum berperang. Kita sendirlah yang memberikan sugesti pada setiap potensi diri kita bahwa kita tidak mampu. Kita sendirlah yang memberikan kalimat negatif setiap saat untuk diri kita sendiri.</p>
<p><span id="more-324"></span>Sahabat, seperti yang saya tulis dalam posting-posting sebelumnya, bahwa kitalah yang bertanggunggung jawab terhadap apa yang kita kerjakan. Terkadang sulit bagi kita melebihi limit (batas) dari kemampuan kita dan menganggap bahwa diri kita tidak akan mampu mengejar itu semua.</p>
<p>Ada beberapa cara sahabat bagi kita untuk bisa meningkatkan kapasitas dan kualitas diri kita,salah satunya adalah dengan mengambil lebih. Ya mengambil lebih sebuah pekerjaan melebihi batas limit kita,mengambil sesuatu yang orang lain anggap kita tidak mampu. Yang dibutuhkan hanyalah berfikir positif dan terus yakin dan take action. Porsi keyakinan menjadi sangat penting dalam hal ini, karena sahabat hanya keyakinan adalah sesuatu yang bisa kita kendalikan sendiri dan mensugesti setiap potensi diri kita untuk yakin dan percaya bahwa kita mampu.</p>
<p>Keyakinan adalah &#8220;obat luar&#8221; yang memberikan kehidupan, kekuatan dan tindakan kepada impuls pemikiran.</p>
<p>Keyakinan adalah titik awal dari akumulasi kemenangan.</p>
<p>Keyakinan adalah sebuah misteri kehidupan yang tidak dapat dianalisis dengan kaidah-kaidah sains.</p>
<p>dan tentunya sahabat, keyakinan dikenal sebagai satu-satunya penangkal kegagalan.</p>
<p>Saat keyakinan kita telah memuncak dan melampaui batas dari ketidak mampuan kita, kita dengan sendirinya akan menemukan jalan untuk melangkah lebih tinggi dari limit kita.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">Bukankah hal yang paling membuat kita bahagia adalah saat kita mengerjakan sesuatu yang orang lain anggap bahwa kita tidak dapat melakukanya dan kita berhasil membuktikanya</p>
</blockquote>
<p>Tapi ingatlah sahabat ketika kita mengejar untuk melewati batas kita, maka kita akan masuk kepada tahapan selanjutnya dalam hidup kita, kita akan berusaha menaikan kelas kehidupan kita. Sahabat tentunya ketika kita sekolah kita masih ingat bahwa ujian kelas 3 tidak akan sama dengan ujian kelas 2. Salam halnya dengan ujian kelas kehidupan kita, akan bertambah seiring dengan naiknya kelas kita. So sahabat, persiapan menjadi sangat penting. Peningkatan kualitas dan kapasitas diri menjadi sangat perlu ditambah dengan keyakinan yang sudah ada di awal, maka rasakanlah dahsyatnya..</p>
<p>Berbahagia dan tersenyumlah saat kita mengetahui bahwa kita telah melampaui limit kita serta membuat pencapaian yang luar biasa dalam hidup ini.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/ambil-lebih-maka-kau-akan-bahagia" title="motivasi kebahagiaan">motivasi kebahagiaan</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/ambil-lebih-maka-kau-akan-bahagia" title="kata-kata motivasi">kata-kata motivasi</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/ambil-lebih-maka-kau-akan-bahagia" title="motivasi meningkatkan kapasitas diri">motivasi meningkatkan kapasitas diri</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/ambil-lebih-maka-kau-akan-bahagia" title="cerita motivasi">cerita motivasi</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/ambil-lebih-maka-kau-akan-bahagia" title="cerita keyakinan diri">cerita keyakinan diri</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.713 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussupriatna.com/motivasi/ambil-lebih-maka-kau-akan-bahagia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>47</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berhentilah Menjadi Gelas</title>
		<link>http://agussupriatna.com/motivasi/berhentilah-menjadi-gelas</link>
		<comments>http://agussupriatna.com/motivasi/berhentilah-menjadi-gelas#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 15:07:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussupriatna.com/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[Motivasi Diri &#124; Cerita Motivasi. Lama juga rasanya saya tidak update blog ini. Rindu sekali ingin menulis. Beberapa waktu yang lalu saya membaca cerita yang cukup sejuk bagi diri saya. Cukup untuk bisa membuat dirikita lebih bijaksana dalam menghadapi masalah. Jadi begini ceritanya Seorang guru Sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampakmurung. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 186px"><img title="Jangan Jadi Gelas" src="http://sangbintang.files.wordpress.com/2009/04/gelas-kaca.jpg" alt="" width="176" height="264" /><p class="wp-caption-text">Motivasi Gelas</p></div>
<p>Motivasi Diri | Cerita Motivasi. Lama juga rasanya saya tidak update blog ini. Rindu sekali ingin menulis. Beberapa waktu yang lalu saya membaca cerita yang cukup sejuk bagi diri saya. Cukup untuk bisa membuat dirikita lebih bijaksana dalam menghadapi masalah. Jadi begini ceritanya</p>
<p>Seorang guru Sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampakmurung. &#8220;Kenapa kau selalu murung nak? Bukankah banyak hal yang indah didunia ini?&#8221; sang guru bertanya. &#8220;Guru, belakanan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi sayau untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,&#8221; jawab sang murid muda.<span id="more-321"></span></p>
<p>Sang guru terkekeh. &#8220;Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.&#8221; Si muridpun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.</p>
<p>&#8220;Coba ambil segenggam garam itu dan masukan ke dalam segelas air,&#8221;kata sang guru. &#8220;Setelah itu coba kamu minim airnya sedikit.&#8221; Si muridpun melakukanya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.&#8221;Bagaimana rasanya?&#8217; Tanya sang guru. &#8220;Asin dan perutku jadi mual,&#8221;jawab si murid dengan wajah masih meringis. Sang Guru tersenyum melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.</p>
<p>&#8220;Sekarang kamu ikut aku.&#8221;Sang guru membawanya ke danau di dekat mereka.&#8221;Ambil garam yang tersisa dan tebarkanlah ke danau.&#8221;Si murid menebarkan segenggam garam sisa ke danau tanpa bicara apapun. Rasa asin dimulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dimulutnya, tapi tak dilakukanya. Tak sopan rasanya meludah di hadapan mursyid.</p>
<p>&#8220;Sekarang coba kamu minum air danau itu,&#8221;kata sang guru sambilmencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat dipinggir danau. Si murid menangkupkan kedau tanganya , mengambil air danau dan meminumnya. Ketika air dingin segar mengalir di tenggorokanya, sang Guru bertanya,&#8221;Bagimana rasanya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Segar, segar sekali,&#8221;kata simurid sambil mengelap bibirnya. Tentu saja air danau ini berasal dari sumber mata air diatas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil dibawah. &#8220;Terasakah rasa garam yang kau taburkan?&#8221; tanya sang Guru. &#8220;Tidak sama sekali,&#8221;kata si murid sambil mengambil air minumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum dan membiarkan muridnya mengambil minum sampai puas.</p>
<p>&#8220;Nak,&#8221;kata sang Guru setelah muridnya selesai minum.&#8221;Segala masalah dalam hidup ini seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang kau hadapi dalam hidupmu itu sduah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetapi segitu-gitu aja tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia inipun demikian. Tidak ada satupun manusia,walau dia seorang nabi yang terbebas dari penderitaan dan masalah.&#8221;</p>
<p>Si murid terdiam mendengarkan.&#8221;Tapi Nak, Rasa &#8216;asin&#8217; dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya &#8216;qalbu&#8217;(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, Berhentilah Menjadi Gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu sebesar danau.&#8221;</p>
<p>Hemm, sahabat terkadang masalah yang kecil menjadi besar tatkala hati kita sempit. Banyak sekali kita menyaksikan dalam perjalanan hidup kita ada orang saling bunuh hanya karena masalah yang kecil. Masalah yang kecil itu menjadi besar tatkala hatinya sempit.</p>
<p>Perbesarlah ruang hati kita dan jadilah lebih bijaksana dalam menghadapi masalah. Niscaya solusi akan terhampar seiiring dengan terhapar luarnya ruang hati kita. Bersemangatlah..</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/berhentilah-menjadi-gelas" title="kata-kata motivasi untuk berlapang dada">kata-kata motivasi untuk berlapang dada</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/berhentilah-menjadi-gelas" title="apa motivasi hidup kita kalau mau jadi guru">apa motivasi hidup kita kalau mau jadi guru</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/berhentilah-menjadi-gelas" title="jangan seperti gelas kisah gelas">jangan seperti gelas kisah gelas</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/berhentilah-menjadi-gelas" title="JANGAN JADIKAN HATI HANYA KECIL SEPERTI GELAS TAPI JADILAH HATI SEPERTI DANAU YANG BEGITU LUAS">JANGAN JADIKAN HATI HANYA KECIL SEPERTI GELAS TAPI JADILAH HATI SEPERTI DANAU YANG BEGITU LUAS</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/berhentilah-menjadi-gelas" title="jangan jadi gelas">jangan jadi gelas</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.781 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussupriatna.com/motivasi/berhentilah-menjadi-gelas/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>61</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Posisi ke 4 di keyword &#8220;Motivasi Diri&#8221;</title>
		<link>http://agussupriatna.com/motivasi/posisi-ke-4-di-keyword-motivasi-diri</link>
		<comments>http://agussupriatna.com/motivasi/posisi-ke-4-di-keyword-motivasi-diri#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 01:57:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussupriatna.com/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[Motivasi &#124;Motivasi Diri. Sebelumnya saya minta maaf karena sudah beberapa hari ini saya tidak mengupdate isi dari blog ini. Hal ini karena kegiatan yang padat serta sedang berusaha untuk mewujudkan mimpi saya selanjutnya. Minindaklanjuti di posting saya yang sebelumnya&#8221;rehat 1&#8221; tentang keinginan saya untuk mengoptimasi blog saya dengan metode SEO, akhirnya terakhir saya cek Alhamdulillah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Motivasi |Motivasi Diri. Sebelumnya saya minta maaf karena sudah beberapa hari ini saya tidak mengupdate isi dari blog ini. Hal ini karena kegiatan yang padat serta sedang berusaha untuk mewujudkan mimpi saya selanjutnya. Minindaklanjuti di posting saya yang sebelumnya&#8221;<a href="http://agussupriatna.com/motivasi/rehat-1">rehat 1</a>&#8221; tentang keinginan saya untuk mengoptimasi blog saya dengan metode SEO, akhirnya terakhir saya cek Alhamdulillah blog agussupriatna.com bisa menempati urutan ke4 di google untuk keyword &#8220;motivasi diri&#8221; Padahal saat pertamakali memutuskan Menjadikan Blog Ini Blog Motivasi, agussupriatna.com bukanlah apa-apa di keyword yang saya target.<span id="more-307"></span></p>
<div id="attachment_308" class="wp-caption aligncenter" style="width: 464px"><img class="size-full wp-image-308" title="Motivasi SEO" src="http://agussupriatna.com/wp-content/uploads/2010/02/agus.JPG" alt="Motivasi SEO" width="454" height="258" /><p class="wp-caption-text">Blog Motivasi di Goole posisi 4</p></div>
<p style="text-align: center;">Tetapi sekali lagi saya bisa membuktikan bahwa Pengalaman Orang Lain adalah Guru Terbaik. Ya saya membeli produk <span><a href="http://panduandasar.com/members/go.php?r=4283&amp;i=l1">SEO Complete Guide for WordPress</a> milik mas <a href="http://cosaaranda.com/">Cosa Aranda</a>. Beberapa triknya saya jalankan dan hasilnya Alhamdulillah terasa sekarang. </span></p>
<p style="text-align: center;"><span> </span></p>
<p><span>Alexa Rangenya juga naik secara tajam yang tadinya sekitar 2jutaan sekarang sampai 900rban..</span></p>
<div id="attachment_309" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-309 " title="Motivasi Alexa" src="http://agussupriatna.com/wp-content/uploads/2010/02/daily-page-view-300x152.jpg" alt="Motivasi Alexa" width="300" height="152" /><p class="wp-caption-text">Grafik Blog Motivasi di Alexa</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: left;">Setelah melihat di histats.com juga ternyata 66,66%visitor saya berasal dari search engine.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 205px"><img title="visitor" src="http://agussupriatna.com/wp-content/uploads/2010/02/visitor.JPG" alt="visitor" width="195" height="162" /><p class="wp-caption-text">Data Blog Motivasi di histats.com</p></div>
<p><span> Memang belum begitu dahsyat bila dibandingkan dengan optimasi yang dilakukan oleh para pakar SEO, tetapi ini awal yang baik bagi saya secara personal mengenal yang namanya SEO. Ayo yang lain yang ingin mempelajari SEO bersemangatlah.</span></p>
<p><span>Bagi yang mau belajar tentang SEO Blog wordpress, saya rekomendasikan </span><a href="http://panduandasar.com/members/go.php?r=4283&amp;i=l1">Cosa Aranda&#8217;s SEO Complete Guide for WordPress</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussupriatna.com/motivasi/posisi-ke-4-di-keyword-motivasi-diri/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Gunanya Untuk Saya</title>
		<link>http://agussupriatna.com/motivasi/apa-gunanya-untuk-saya</link>
		<comments>http://agussupriatna.com/motivasi/apa-gunanya-untuk-saya#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 01:59:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussupriatna.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Motivasi &#124; Pengembangan diri. Sahabat kehidupan akan terasa indah tatkala bisa dilalui dengan indah. Ia akan berkebalikan manakala kita juga kejam terhadap kehidupan itu sendiri. Jangan salahkan orang lain jika saat ini kita tidak mendapatkan kehidupan seperti yang kita inginkan, karena hidup kita sepenuhnya ada ditangan kita sahabat. Bukankah setiap pilihan yang dibuat hasil dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 142px"><img title="Pilihan" src="http://nolimitgraphics.files.wordpress.com/2008/01/bahagia-itu_02.jpg" alt="" width="132" height="204" /><p class="wp-caption-text">Motivasi Pilihan</p></div>
<p>Motivasi | Pengembangan diri. Sahabat kehidupan akan terasa indah tatkala bisa dilalui dengan indah. Ia akan berkebalikan manakala kita juga kejam terhadap kehidupan itu sendiri. Jangan salahkan orang lain jika saat ini kita tidak mendapatkan kehidupan seperti yang kita inginkan, karena hidup kita sepenuhnya ada ditangan kita sahabat. Bukankah setiap pilihan yang dibuat hasil dari keputusan kita? Ya, walaupun ada campur tangan orang lain, tetapi keputusan hidup kita sepenuhnya ada di tangan kita sahabat. Jadi jangan pernah menyalahkan orang lain atas keputusan yang kita ambil sendiri.</p>
<p>Berada dipersimpangan memang adalah kondisi yang sangat sulit, tapi sahabat</p>
<blockquote><p>Hidup ini harus memilih,hidup ini harus memihak<span id="more-292"></span></p></blockquote>
<p>keberpihakan kita pada pilihan kita terkadang salah. Apalagi itu menyangkut kehidupan kita, tetapi tetap saja kita pada akhirnya harus memilih. Entah tepat atau tidak pilihan kita, kita hanya bisa menduganya diawal, jawabanya diberikan oleh sang waktu di akhir dari perjalanan pilihan kita.</p>
<p>Sahabat ada sedikit tips dari saya ketika kita sedang berada dalam sebuah pilihan. Tips ini saya beri nama AGUS (Apa Gunanya Untuk Saya). Bukan karena nama saya Agus ya, tetapi ini diinspirasi dari tulisan <a href="http://www.zainalabidin.net/">Bang Zay</a> di kolom bisnis <a href="http://warnaislam.com/">warnaislam.com</a></p>
<p>Saat kita diharuskan memilih antara ia dan tidak, kanan atau kiri, ini atau itu, maka pikirkan kembali Apa Gunanya Untuk Saya,karena secara sikologis manusia akan lebih bisa bertahan dan bereaksi terhadap keadaan sekitar jika sudah menyangkut kepentingan mereka secara personal. Jadi sahabat saat kita ada di persimpangan munculkanlah motivasi kita saat memilih, munculkanlah pertimbangan yang matang dan tentunya kita tau Apa Gunanya Untuk Saya.</p>
<blockquote><p>Hadirkanlah motivasi diri kita dengan mengetahui apa manfaat pekerjaan yang kita lakukan. Bersemangatlah&#8230;</p></blockquote>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/apa-gunanya-untuk-saya" title="Apa gunanya masa lalu">Apa gunanya masa lalu</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/apa-gunanya-untuk-saya" title="http://agussupriatna com/motivasi/">http://agussupriatna com/motivasi/</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/apa-gunanya-untuk-saya" title="kata motivasi diri">kata motivasi diri</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/apa-gunanya-untuk-saya" title="konsep ambak">konsep ambak</a></li><li><a href="http://agussupriatna.com/motivasi/apa-gunanya-untuk-saya" title="motivasi sahabat">motivasi sahabat</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.406 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussupriatna.com/motivasi/apa-gunanya-untuk-saya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>56</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
