S3 Siapa Takut?

S3 Siapa Takut??
Dalam mengarungi bahtera kehidupan panjang nan berliku, sudah sepantasnya ada hambatan dan rintangan. Sudah sepantasnya ada pilihan dan keraguan. Tapi terkadang pilihan menjadi keharusan dan pilihan sangat menentukan jadi apa kita dimasa depan. Kadang pilihan terlalu mudah tetapi sangat fundamental bagi kehidupan kita. Sepenggal cerita tentang kehidupan
Waktu itu, sekitar tahun 2000, datang seorang mahasiswi kepada seorang dosen, dia menghampirinya dengan wajah yang muram, dan kemudian berkata, “Pak, beasiswa Program Magister dan Doktor saya lolos”. Dan hanya itu saja kata2 yang keluar dari mulutnya, tanpa diikuti ekspresi apapun dari wajahnya… mengingat di luar sana berjuta – juta orang memimpikan pencapaian ini. Dan sang dosen tertegun, kemudia dia berkata, “Bagus donk dek, kamu bisa bikin bangga banyak orang, dan itu merupakan jalan hidup yang sangat baik. Lalu apa yang membuat kamu terlihat bimbang dek.”
Akhirnya mahasiswi itu bercerita kepada sang dosen. “Pak, sekolah hingga S2 dan S3 merupakan cita-cita saya sejak kecil, ini adalah mimpi saya, tidak terbayangkan rasa bahagia saya saat memperoleh surat penerimaan beasiswa ini…. Tapi pak, saya ini akhwat, saya wanita, dan saya bahagia dengan keadaan ini.. Saya tidak memiliki ambisi besar, saya hanya senang belajar dan menemukan hal baru, tidak lebih.. Saya akan dengan sangat ikhlas jika saya menikah dan suami saya menyuruh saya untuk menjadi ibu rumah tangga.. Lalu, dengan semua keadaan ini, apa saya masih harus sekolah?? saya takut itu semua menjadi mubazir, karena mungkin ada hal lain yang lebih baik untuk saya jalani.”
Pak dosen pun terdiam, semua cerita mahasiswinya adalah logika ringan yang sangat masuk akal, dan dia tidak bisa disalahkan dengan pikirannya.. . Dosen itu pun berfikir, memejamkan mata, menunggu Allah SWT membuka hatinya, memasukkan jawaban dari pertanyaan indah ini…
Dan jawaban itu datang kepadanya, masuk ke dalam ide nya…. Pak dosen berkata seperti ini kepada mahasiswinya. . “Dek, sekarang bertanyalah kepada hati kecil mu, apa dia masih menginginkan dirimu untuk melanjutkan pendidikan ini hingga puncak nanti..” .. Sang mahasiswi bingung, dia menunduk , air mata turun dari kedua matanya, seakan dia merasakan konflik hati yang sangat besar … yang saling ingin meniadakan.. Dosen itu melanjutkan nasehatnya.. “Dek, saya ingin bertanya kepadamu, kapan pertama kali engkau berhadapan dengan seorang S3 dan mendapat ilmu darinya?” “Sejak saya kuliah di ITB , Pak.” Jawab sang gadis. Kemudian dosen itu melanjutkan ,”Ya dek, betul, saya pun demikian, saya baru diajar oleh seorang lulusan S3 semenjak saya kuliah di kampus ini.. Tapi dek, coba adek fikirkan, bahwa saat engkau memiliki anak, maka orang pertama yang akan menyapih rambut anakmu adalah seorang lulusan S3. Orang yang pertama mengajaknya berjalan adalah seorang ilmuwan tinggi, dan sejak dia mulai membaca, dia akan dibimbing dan dijaga oleh seorang Doktor. Itulah peranmu sebagai ibu nanti, apakah engkau bisa membayangkan betapa beruntungnya anak manusia yang akan kau lahirkan nanti.” Dan itulah jawaban Allah SWT melalui pak dosen…. Mahasiswi itu tersadar dari konflik panjangnya, dan ia tersenyum bahagia, sangat bahagia, air matanya menjadi air mata haru, dan ia berdiri, mengucapkan terima kasih nya kepada sang dosen, dan berkata , “Pak, terima kasih, akan saya lanjutkan pendidikan ini hingga tidak satupun puncak lagi yang menghalangi saya.”
Betapa hidup itu sangat berarti, dan jadikan ia bermakna.. Bukan uang yang nanti akan membuatmu bahagia, tetapi rasa syukur mu lah yang akan menjadi kebahagiaan yang hakiki,.
Based on Dr. Hermawan Dipojono story… Lecture from Physics Engineering, ITB .
Hikmah kehidupan apa yang sahabat bisa ambil?



















mantab… jadi pencerahan pak… sungguh, mau saya baca2 lagi, menjadi pencerahan sederhana tapi mengena, tuntutlah ilmu setinggi langit dan sampai ke seberang benua…
[Reply]
Agus Reply:
June 23rd, 2010 at 10:24 am
Tetap semangat dan berpikiran positif,sungguh nilai suatu perbuatan tergantung dari niatnya.. Salam kenal mas..
[Reply]
mantab boss….
[Reply]
Agus Reply:
June 23rd, 2010 at 5:44 pm
Mantabs juga..
[Reply]
wah kalau S3 beneran saya takut … (Takut dengan biayanya .. heeee… pasti Muahal).
Setuju sekali .. tuntut ilmu setinggi mungkin …
[Reply]
Agus Reply:
June 23rd, 2010 at 5:44 pm
Biayamah ga perlu ditakuti mas, yang penting ada uangnya… hehehe
[Reply]
Agus Siswoyo Reply:
June 23rd, 2010 at 8:48 pm
yaaah, sama aja mas. ku kira mau support dana juga…
[Reply]
Agus Reply:
June 23rd, 2010 at 9:00 pm
Yang penting ada support lah,,, Saya support MOTIVASI
kalau S3 plesetannya … yaitu .. saya juga sudah lama S3 … (SD, SMP, SMA … haaaa .. kan S3.
[Reply]
Agus Reply:
June 23rd, 2010 at 5:44 pm
wah sama berarti mas…
[Reply]
Jalan hidup yang sangat membanggakan pak jika bisa lulus program S3.Tetapi memang suatu kendala juga bila ilmu yang diperoleh kelak tidak bisa dibagikan kepada orang lain dikarenakan harus menjadi ibu rumah tangga
[Reply]
Agus Reply:
June 23rd, 2010 at 6:08 pm
Saya pikir tidak ada yang sia-sia dari Ilmu yang di dapat, toh tetap bisa dibagi. Sekarangkan sudah ada blog,,, hehehe
[Reply]
Mencari ilmu wajib bagi muslim.
Syukur dan sabar sikap seorang mukmin
Salam hangat dari BlogCamp yang saat ini sedang menggelar acara :
1. ” Kontes Menulis Opini ”
2. ”The Amazing Picture ”, dan
3. ”The Twin Contest”
4. “ Kontes Menulis Peribahasa “
dalam rangka menyambut 1st BlogCamp’s Anniversary.
Silahkan bergabung di BlogCamp dan raihlah hadiah yang menarik.
Terima kasih
[Reply]
Agus Reply:
June 23rd, 2010 at 8:05 pm
Wow,,,Pak de emang TOP BGT selalu ada aja ide kreatifnya…Mantabs
[Reply]
Kalau mau jujur, fokus saya saat ini bukan untuk S3. Tapi nikah dan membangun bisnis. Manusiawi banget ya…
[Reply]
Agus Reply:
June 23rd, 2010 at 8:53 pm
Beruntunglah mas masih mahisiawi daripada hewani.. hehehe
[Reply]
Agus Reply:
June 23rd, 2010 at 8:53 pm
Kamsudnya manusiawi… haduh2
[Reply]
Catatan Blogger Amphibi Reply:
June 23rd, 2010 at 9:11 pm
nyempil gan…
manusiawi khan?
*linknya dah terpasang kok mas dari kemarin, cek aja di rekan ngeblog
teman sma saya, wanita, mirip kisah mahasiswi tsb. Saat ini sudah S3. Tapi sayang, tidak ada anak utk dibelainya. Hingga saat ini belum menikah.
Semoga Allah Swt membukakan pintu jodohnya. Amin.
[Reply]
Agus Reply:
June 24th, 2010 at 8:40 am
Turut berdoa untuk teman anda,, semoga segera bisa mendapatkan Jodoh,,
[Reply]
artikel yang menarik…. belajar tak ada matinya…. maka aku kurang sreg dengan istilah STTB… surat tanda tamat belajar… berabe kan kalo tamat belajarnya. thanks.
[Reply]
Agus Reply:
June 24th, 2010 at 8:39 am
Hehehe,,, Belajar sampai liang lahat ya mas…
[Reply]
setuju… artikelnya motivatif.
[Reply]
Agus Reply:
June 24th, 2010 at 8:59 am
Terima kasih,,,
[Reply]